Sabtu, 30 Maret 2013

TOEFL, TOEIC, dan IELTS

1.     TOEFL
A.    Sejarah dan Pengertian TOEFL

TOEFL (Test of English as a Foreign Language) adalah standardisasi kemampuan bahasa inggris seseorang secara tertulis (de jure) yang meliputi empat aspek penguasaan : Listening, Writing dan Reading. Tes ini dikembangkan dan diselenggarakan oleh ETS (Educational Testing Service) sebuah lembaga nirlaba yang berkedudukan di Amerika Serikat dan pertama kali diselenggarakan pada tahun 1964. Sistem penilaian TOEFL menggunakan konversi dari setiap jawaban yang benar. Nilai TOEFL tertinggi yang bisa dicapai seseorang adalah 675.
Toefl sebelumnya bernama CAL (Pusat Linguistik Terapan) yang berbasis di Washington DC dan didirikan pada tahun 1959.CAL adalah sebuah nirlaba yang berkomitmen untuk meneliti hubungan antara bahasa dan budaya.Direktur pertama CAL yakni Charles A. Ferguson (1921-1998) yang pernah menjadi seorang profesor di Universitas Hardvard.Ferguson dipandu pusat membuat suatu solusi praktis dari pengembangan terhadap bahasa yang diterapkan.Salah satu proyek awal Ferguson adalah pengembangan tes yang akan mengukur perintah bahasa yang ESL (Bahasa Inggris-as-a-Second-Language) mahasiswa dan pegawai pemerintah. Ferguson dan peneliti mengembangkan tes TOEFL selama lima tahun pertama CAL.Toefl pertama kali diambil oleh pusat pada tahun 1964.
Sebuah organisasi standar pengujian internasional telah mengelola tes TOEFL yakni ETS (Educational Testing Service). Menurut ETS, antara 1964 dan 2008, 24 juta orang, sebagian besar siswa internasional, telah mengambil tes. Diperkenalkan pada tahun 2005, ujian berbasis internet telah menggantikan format berbasis komputer dan berbasis kertas, dengan hasil berbasis komputer diperintah tidak lagi berlaku pada tahun 2006.

B.     Tujuan Test TOEFL

Academic adalah menggunakan test untuk tujuan pendidikan, penelitian atau yang berhubungan dengan kegiatan akademis di luar negeri, ataupun di Indonesia. Untuk paska sarjana, biasanya nilai minimal adalah 550. sedangkan untuk S1 adalah 500,selain itu juga digunakan untuk tujuan pekerjaan, kenaikan pangkat atau tugas kerja. Banyak perusahaan yang memasang standar bahasa inggris karyawannya dengan melihat nilai TOEFL – nya. Umumnya, nilai TOEFL minimal adalah 500 untuk kenaikan pangkat standar.
1)      Bagaimana hubungan skor yang diperoleh dengan tingkat penguasaan bahasa Inggris seseorang?
Secara umum kita mengenal tiga level penguasaan bahasa asing, yaitu Tingkat Dasar (Elementary), Tingkat Menengah (Intermediate), dan Tingkat Mahir (Advanced). untuk skor TOEFL, para ahli bahasa biasanya mengelompokkan skor ini kedalam empat level berikut ( Carson, et al., 1990) :
a)      Tingkat Dasar (Elementary) : 310 s.d. 420
b)      Tingkat Menengah Bawah (Low Intermediate) : 420 s.d. 480
c)      Tingkat Menengah Atas (High Intermediate) : 480 s.d. 520
d)     Tingkat Mahir (Advanced) : 525 s.d 677
Dengan mengetahui klasifikasi tingkat penguasaan bahasa Inggris seperti yang terlihat diatas, kita tentu bisa memaklumi bahwa sangatlah beralasan mengapa perguruan tinggi di negara-negara yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa resminya, mensyaratkan skor TOEFL tertentu bagi calon mahasiswa internasional mereka. Untuk bisa diterima di program S1, skor yang umumnya mereka tetapkan adalah sekitar 475 s.d. 550, sedangkan untuk masuk program S2 dan S3 persyaratan skor TOEFLnya lebih tinggi lagi yaitu sekitar 550 s.d. 600.
Beberapa perguruan tinggi di Indonesia telah menetapkan skor TOEFL tertentu bagi para mahasiswanya (Huda, 1999). Dalam kaitannya dengan upaya peningkatan kualitas lulusan perguruan tinggi, peraturan yang mengharuskan mahasiswa perguruan tinggi memiliki penguasaan TOEFL sampai pada tingkat tertentu diharapkan akan berdampak positif dan seharusnya kita dukung. Penguasaan bahasa Inggris yang baik diharapkan akan dapat meningkatkan kemampuan berfikir dan bekerja pada tingkat global, suatu kondisi kerja dimasa depan yang perlu kita persiapkan sejak sekarang.
2)      Apakah nilai TOEFL seseorang menjamin kemampuan bahasa inggris seseorang?
Umumnya, orang memahami bahwa bahasa inggris adalah speaking, conversation, cas cis cus dan seterusnya. Bahasa inggris mengcover 4 skill utama yaitu: Listening (pencernaan kata melalui pendengaran), Writing (pencernaan kata melalui tulisan dan tata bahasanya), reading (pencernaan makna sebuah text bahasa) dan Speaking (mampu mengucapkannya).
Berbicara tentang penguasaan bahasa, maka tidak bisa dilepaskan dari penguasaan empat skill tadi, secara sempurna. Namun, banyak yang beranggapan, yang penting adalah kemampuan mengucapkannya, meski dengan tata bahasa yang penuh toleransi dan pilihan kata yang seadanya dan asal ketemu.
3)      Kapan dan dimana seseorang bisa mengikuti tes TOEFL?
Paper and Pencil Based TOEFL dan Computer Based TOEFL hanya bisa ditempuh pada waktu tertentu yang telah terjadwal jauh hari sebelum tes diselenggarakan. Tempat atau testing center dimana kedua tes ini diselenggarakan juga telah ditentukan oleh ETS sebagai pemegang lisensi tesTOEFL. Kedua macam tes TOEFL yang diselenggarakan di testing center tertentu tsb. biasa juga disebut International TOEFL. Hal ini dimaksudkan untuk membedakan keduanya dengan TOEFL ITP dan TOEFL Equivalent/Prediction.
Sedangkan untuk mengikuti TOEFL ITP, peserta tes harus menghubungi Institusi yang telah ditunjuk oleh IIEF Jakarta sebagai tempat pelaksanaan. Untuk pelaksanaan TOEFL ITP diperlukan peserta minimal 10 orang. Balai Bahasa Unmul sejak tahun 2001 merupakan salah satu institusi yang berhak menyelenggarakan TOEFL ITP.
Jenis tes TOEFL Prediction/Equivalent merupakan jenis tes yang paling fleksibel pelaksanaannya. Di Balai Bahasa Unmul, tes ini juga merupakan tes yang paling banyak diikuti oleh mereka yang ingin mengukur penguasaan bahasa Inggris untuk berbagai keperluan. Setiap saat peserta tes dapat mengikuti tes ini dengan menghubungi Balai Bahasa Unmul minimal satu hari sebelum hari penyelenggaraan.
4)      Cara meningkatkan TOEFL
a)      Mengikuti kursus TOEFL Preparation dan/atau IELTS Preparation yang diselenggarakan oleh lembaga-lembaga kursus di kota Anda
b)      Belilah buku-buku TOEFL/IELTS yang banyak tersedia di toko-toko buku. Pelajari materinya dengan baik. Simak dan kuasai setiap tips and tricks. Yakinlah, tidak lama lagi skor TOEFL/IELTS Anda akan melejit.
c)      Download buku TOEFL/IELTS yang ada di intern

2.     TOEIC
A.    Sejarah dan Pengertian TOEIC

Educational Test Service® (ETS®), sebuah organisasi yang membaktikan dirinya bagi pengukuran edukasional dan penelitian dalam kebijakan pendidikan dan psychometrics, merancang dan menciptakan tes TOEIC pada tahun 1979 berdasarkan permintaan pemimpin-pemimpin bisnis Jepang. Selama bertahun-tahun, tes TOEIC diadopsi oleh banyak negara lain dan dengan cepat menjadi standar global bagi penentuan kemampuan berbahasa Inggris pada konteks yang berhubungan dengan kerja. The Chauncey Group International Ltd., sebuah subsidiary dari ETS, mengembangkan dan menerbitkan tes TOEIC. The Chauncey Group International adalah sebuah perusahaan testing yang mengkhususkan diri pada profesional licensing exams dan sertifikasi ketrampilan dan kemajuan di tempat kerja. Markas The Chauncey Group International terletak di Princeton, New Jersey, USA; kantor Eropanya (Chauncey Group Europe SA) berada di Paris, Prancis.
Selama ini, harus disadari ternyata Test Of English as Foreign Language (TOEFL) saja tidak cukup untuk dijadikan parameter dalam mengukur tingkat kemampuan dan kematangan berbahasa Inggris seseorang. Sebab, masing-masing tempat dan wilayah berbeda cara penilaiannya. Sehingga, diperlukan suatua standart yang sama agar dapat diukur tingkat keakuratannnya. Salah satunya melalui Test Of English for International Communication (TOEIC) yang berstandar internasional.
TOEIC adalah kependekan untuk Test of English for International Communication. Tes TOEIC adalah tes kemahiran bahasa Inggris bagi orang-orang yang bahasa aslinya bukan bahasa Inggris. Skor tes TOEIC menunjukkan seberapa baik orang dapat berkomunikasi dalam bahasa Inggris dengan orang lain pada lingkungan kerja global. Tes tersebut tidak memerlukan pengetahuan atau kosakata khusus, tes ini hanya mengukur jenis bahasa Inggris yang dipakai dalam aktivitas sehari-hari.
Tes TOEIC adalah tes kemahiran berbahasa Inggris yang terkemukan di dunia pada konteks lingkungan kerja global. Lebih dari 4.000 perusahaan di seluruh dunia memakai tes TOEIC, dan lebih dari 2 juta orang mendaftar guna mengambil tes ini setiap tahun.TOEIC sudah diselenggarakan ETS selama 25 tahun di seluruh dunia. ” Di Indonesia tes TOEIC mulai diperkenalkan pada tahun 1999,” kata Julivan E. Rondonuwu dari PT International Test Center, perwakilan ETS di Indonesia.

B.     Format tes TOEIC

Test TOEIC adalah test pilihan ganda, kertas dan pensil selama dua jam yang terdiri dari 200 pertanyaan yang dibagi ke dalam dua bagian waktu terpisah :
Bagian I : Pemahaman Mendengar
Bagian ini terdiri dari 100 pertanyaan dan dibagi ke dalam empat bagian. Peserta tes mendengar rekaman tentang pernyataan, pertanyaan, percakapan pendek, dan penjelasan singkat, kemudian menjawab pertanyaan-pertanyaan berdasarkan pada segmen-segmen mendengar. Keseluruhan Bagian Pemahaman Pendengaran membutuhkan kira-kira 45 menit.
Part 1: Photographs                                       20 items (4- choice)
Part 2: Questions and Response                     30 items (3-choice)
Part 3: Short Conversations                            30 items (4-choice)
Part 4: Short Talks                                          20 items (4-choice)
Bagian II : Bacaan
Bagian bacaan terdiri dari 100 pertanyaan yang disajikan dalam format tertulis pada booklet tes. Peserta membaca berbagai macam bahan dan menjawab pertanyaan-pertanyaan berdasarkan kecepatan mereka sendiri yang sesuai dengan bahan bacaan itu sendiri. Keseluruhan bagian bacaan memerlukan 75 menit.
Part 5: Incomplete Sentences                         40 items (4-choice)
Part 6: Error Recognition                               20 items (4-choice)
Part 7: Reading Comprehension                     40 items (4-choice)
Peserta menjawab pertanyaan dengan menandai salah satu dari huruf (A), (B), (C), (D) dengan pensil pada lembah jawaban yang terpisah. Meskipun waktu testing yang sebenarnya adalah kira-kira dua jam waktu tambahan yang diperlukan peserta guna menyelesaikan pertanyaan biografis pada lembar jawaban dan merespon questionnaire singkat tentang pendidikan dan sejarah kerja mereka.

C.    Isi tes TOEIC

Tes TOEIC dirancang untuk memenuhi kebutuhan dunia kerja. Pertanyaan-pertanyaan tes dikembangkan dari contoh-contoh bahasa lisan dan tertulis yang dikumpulkan dari berbagai negara di seluruh dunia dimana bahasa Inggris dipakai di tempat kerja. Pertanyaan-pertanyaan tes berisikan banyak suasana dan situasi yang berbeda, seperti:
·  General business - kontrak, perundingan, pemasaran, penjualan, perencanaan bisnis, konferensi.
·         Manufacturing - manajemen pabrik, lini perakitan, pengandalian kualitas.
·    Finance and budgeting - perbankan, penanaman modal, perpajakan, akunting, penagihan Corporate development - penelitian, pengembangan produk.
·   Offices - pertemuan board, committees, surat-menyurat, memoranda, telefon, faks, dan pesan-pesan e-mail, peralatan dan perabotan kantor, prosedur perkantoran.
·         Personnel - penerimaan, mempekerjakan, pensiun, gaji, promosi, lamaran kerja, periklanan.
·         Purchasing - pembelanjaan, ordering supplies, pengiriman, invoices.
·       Technical areas - elektronik, teknologi, spesifikasi, pembeliaan dan penyewaan, layanan listrik dan gas.
·        Travel - kereta api, pesawat terbang, taksi, bus, kapal, feri, tiket, jadual, pengumuman stasiun dan lapangan terbang, penyewaan mobil, hotel, reservasi, keterlambatan dan penundaan.
·         Dining out - makan siang bisnis dan informal, banquets, resepsi, reservasi restoran.
·         Entertainment- bioskop, theater, musik, seni, media.
·         Health- asuransi kesehatan, mengunjungi dokter, dokter gigi, klinik, rumah sakit.
Meskipun bahasa dari suasana-suasana di atas mengetengahkan konteks pertanyaan-pertanyaan ujian, peserta tidak diharuskan mengetahui kosa-kata bisnis dan teknis yang khusus. Test TOEIC cocok digunakan di semua lingkungan di mana bahasa Inggris digunakan oleh penutur asli dari bahasa-bahasa lain.

D.    Penilaian tes TOEIC

Setiap kandidat menggunakan sebuah pensil untuk menandai jawaban-jawaban di lembar jawaban. Skor ditentukan oleh jumlah pertanyaan yang dijawab dengan benar. Jumlah respons yang benar pada Listening Comprehension and Reading Sections (bagian Pemahaman Mendengar dan Bacaan) dikonversikan ke suatu angka pada sebuah skala dari 5 hingga 495. Dengan menjumlahkan kedua seksi tersebut maka akan diperoleh skor total berdasarkan skala yang berkisar dari 10 sampai 990. Tidak ada pengurangan bagi jawaban yang salah.
Skor TOEIC dimulai dari angka 400 hingga 990. Ada enam level yakni level 0/0+ Novice (skor 10-250), level 1 Elementary (skor 255-400), level 1+ Intermediate (skor 405-600), level 2 Basic Working Proficiency (skor 605-780), level 2+ Advance Working Profiency ( skor 785-900) dan level 3/3+ General Professional Proficiency (skor 905-990).
Seorang calon karyawan biasa minimal harus memiliki skor TOEIC sebesar 400. Sementara seorang calon manajer minimal harus memiliki skor TOEIC sebesar 800. Seseorang yang memiliki skor TOEIC 405-600 , misalnya, dalam mendengarkan mampu mengerti penjelasan yang berkaitan dengan tugas rutin sehari-hari , mengerti pengumuman-pengumuman selama dalam perjalanan dan mengusai percakapan social yang terbatas. Dalam hal berbicara mampu menerangkan tanggung jawab kerja dan latar belakang akademis serta melakukan diskusi tentang proyek di masa lalu dan masa yang akan datang. Sedangkan dalam hal membaca masih membutuhkan kamus untuk memahami dokumen-dokumen teknik. Dan terakhir dalam hal menulis orang yang memiliki level intermediate itu mampu menulis memo pendek, surat komplain dan mengisi formulir aplikasi sederhana.

E.     Pengambil dan Pengguna tes TOEIC

Pengambil tes TOEIC termasuk :
·         orang-orang yang menggunakan bahasa Inggris di berbagai suasana kerja sehari-hari, seperti perniagaan, perhotelan, rumah sakit, restoran, industri pesawat terbang, pertemuan internasional, konvensi, dan kegiatan olahraga
·    karyawan manajerial, penjualan, dan teknis pada bisnis internasional, perdagangan, dan industri di mana kemampuan berbahasa Inggris diperlukan
·         orang-orang yang pelatihan profesionalnya akan dilaksanakan dalam bahasa Inggris.
·      orang-orang yang ingin memiliki pengukuran kemahiran bahasa Inggris yang diakui secara internasional untuk resume atau curriculum vitae.

F.     Organisasi - organisasi

Tes TOEIC telah menjadi standar internasional bagi banyak organisasi di seluruh dunia yang ingin mengevaluasi kemahiran bahasa Inggris dari calon pekerja ataupun karyawan tetap.
Penggunaan-penggunaan tes TOEIC yang tepat di dalam organisasi-organisasi termasuk :
·         Penerimaan, promosi, dan penempatan karyawan - Organisasi boleh menggunakan tes TOEIC untuk menetapkan standar-standar skor, atau tolok ukur, yang di dasarkan pada tingkat-tingkat bahasa Inggris yang diperlukan untuk melaksanakan tanggung-jawab tertentu. Tolok ukur ini kemudian digunakan dalam membuat keputusan-keputusan personalia.
·         Pelatihan teknis - Skor tes TOEIC dapat digunakan untuk menentukan apakah seseorang memiliki kemahiran bahasa Inggris yang memadai guna mengikuti atau mendapat manfaat dari pelatihan yang dilaksanakan dalam bahasa Inggris.
·         Tugas-tugas luar negeri - Skor tes TOEIC dapat menunjukkan apakah seorang karyawan akan dapat bekerja dan berinteraksi dengan sukses jika ditugaskan ke sebuah negara yang berbahasa Inggris.
·       Pelatihan bahasa - Skor tes TOEIC dapat digunakan untuk mengidentifikasi karyawan yang memerlukan pelatihan bahasa Inggris pada tingkat yang lebih tinggi, untuk menetapkan tujuan pembelajaran bagi mereka, dan untuk memeriksa kemajuan mereka.
Program bahasa Inggris intensif Pelaksana program bahasa Inggris mendapati bahwa tes TOEIC adalah sebuah alat penempatan yang baik sekali dan alat ukur yang berharga setelah pelatihan. Banyak Universitas dan institusi pendidikan tinggi mempersyaratkan mahasiswanya mengambil tes TOEIC sebelum kelulusan.

3.     IELTS
 A.    Sejarah dan Pengertian IELTS

International English Language Testing System (IELTS) adalah sebuah tes kemampuan berbahasa Inggris. IELTS dikelola bersama oleh: University of Cambridge ESOL Examinations, British Council dan IDP Education Australia. Para calon peserta boleh memilih. IELTS sendiri digolongkan dalam dua macam modul ujian yaitu Modul Umum dan Modul Akademis.Sejak tahun 1989, IELTS dipercaya untuk melakukan tes untuk mengukur kemampuan berbahasa Inggris. Lebih dari sejuta tiap tahun orang menggunakan IELTS untuk memasuki dunia yang berbahasa Inggris. Tes ini diselenggarakan di 120 negara. Modul Akademik (Academic Module) atau Modul Pelatihan Umum (General Training Module).
1)      Academic Module diperuntukkan bagi yang ingin mendaftar di universitas – universitas dan institusi pendidikan tinggi lainnya.
2)  General Training Module diperuntukkan bagi yang berencana mengikuti pelatihan non-akademik, untuk memperoleh pengalaman kerja atau untuk tujuan keimigrasian.
IELTS diterima oleh hampir semua institusi akademik di Australia, Inggris, Kanada, Irlandia, Selandia Baru dan Afrika Selatan, oleh semakin banyak institusi akademis di Amerika, dan oleh berbagai organisasi profesional. IELTS juga merupakan persyaratan berimigrasi ke Australia dan Kanada.

B.     Karakteristik IELTS

Tes IELTS mencakup hal-hal berikut :
·   Berbagai variasi aksen dan gaya penulisan disajikan dalam bahan tertulis (teks) untuk meminimumkan bias linguistik. Karena TOEFL hanya mencakup Bahasa Inggris Amerika Utara, IELTS dianggap oleh sebagian kalangan (terutama di luar Amerika) lebih autoritatif daripada TOEFL, walau TOEFL memasukkan juga unsur pendengaran aksen Inggris dan Australia.
·    IELTS menguji kemampuan mendengar, membaca, menulis dan berbicara dalam Bahasa Inggris.
·         Dua format tes bisa dipilih: Academic dan General Training.
·         Skor pita dipakai untuk masing-masing sub-kemahiran bahasa (mendengar, membaca, menulis, dan Berbicara).

C.    Skala Pita

Skala pita skor test IELTS merentang dari 1 (“Non User“) hingga 9 (“Expert User“). Masing-masing pita merujuk kepada kompetensi yang berbeda. Skor pita bernilai penuh atau setengah pita.
9. Expert User (Pengguna ahli)
Memiliki penguasaan operasional secara penuh: tepat, akurat dan mahir dengan pemahaman lengkap.
8. Very Good User
Memiliki penguasaan operasional secara penuh dengan kekurangpasan dan kekurangakuratan yang tak sistematis dan jarang. Kesalahfahaman bisa terjadi, namun hanya pada situasi-situasi yang tidak biasa (unfamiliar). Bisa menangani argumentasi yang kompleks secara baik.
7. Good User
Memiliki penguasaan operasional meskipun dengan ketakakuratan, ketakpasan dan kesahfahaman dalam situasi-situas tertentu. Umumnya bisa memahami secara baik bahasa yang kompleks dan mengerti penalaran yang rinci.
6. Competent User
Umumnya menguasai bahasa Inggris secara efektif meskipun dengan sejumlah ketidakakuratan, ketidakpasan dan kesalahfahaman. Bisa menggunakan dan memahami bahasa Inggris yang lumayan kompleks, teruma pada kondisi-kondisi familiar.
5. Modest User
Menguasai bahasa Inggris secara parsil, bisa memahami pengertian dalam banyak situasi, namun dengan cukup banyak kesalahan. Bisa melakukan komunikasi dasar dalam bidangnya.
4. Limited User
Kompetensi dasar terbatas untuk kondisi-kondisi yang dikenal (familiar). Sering mengalami masalah dalam pemakaian yang kompleks.
3. Extremely Limited User
Hanya mampu memahami pengertian umum dalam situasi-situasi yang sangat dikenal. Kegagalan komunikasi sering terjadi.
2. Intermittent User
Komunikasi ril tidak mungkin, kecuali untuk informasi yang sangat dasar dengan menggunakan kata-kata terisolasi atau rumusan pendek dalam kondisi-kondisi yang dikenal dan dalam rangka kebutuhan mendesak. Mengalami kesulitan besar memahasi bahasa Inggris tulis dan lisan.
1.      Non User
Pada dasarnya tidak memiliki kemampuan untuk menggunakan bahasa Inggris kecuali sejumlah kata-kata terisolasi.
0.      Did not attempt
Tidak ada informasi yang dapat dinilai. Calon peserta mungkin tak jadi mengikuti tes.

D.    Lokasi dan tanggal tes

Ada sekitar 300 pusat tes IETS di seluruh dunia. Jumlah peserta bertambah terus, dari 100,000 pada tahun 1999 menjadi 500 ribu orang pada tahun 2003. Tiga lokasi terbesar tempat para peserta mengikuti tes adalah: Cina Daratan, India dan Inggris untuk kategori akademik, dan India, Cina Daratan dan Australia untuk kategori pelatihan umum. Ada sampai 48 hari tes setiap tahun. Setiap pusat tes menawarkan hingga empat kali per bulan tergantung pada permintaan lokal.


Sumber :